Me & Food Stories

So much things happened between me and food these days. Nah, tulisan ini layaknya makanan jenis yum yuck, campur-campur dan agak aneh ceritanya, dan campuran juga bahasanya. Baiklah, saya akan cerita satu persatu. Ehem.

Seumur hidup, saya tidak pernah keracunan makanan. Sampai pada dua hari yang lalu ketika saya membeli beberapa roti di sebuah bakery. Sialnya, roti isi sosis yang saya makan ternyata sudah agak basi sosisnya. Padahal, begitu dibeli, saya langsung simpan di dalam kulkas dan dihangatkan kembali sebelum dimakan. Nah, pagi-pagi kemarin, ketika saya gigit sosisnya, kok rasanya agak asam ya? Bodohnya, walaupun sudah curiga, roti itu tetap saya kunyah sampai licin tandas, das das! Akibatnya sejam kemudian, perut ini protes: mulas-mulas, bergerumuh dan membuat saya bolak-balik toilet berkali-kali. Hiks. Rasa sakitnya plus mual bertahan sampai malam hari lho, padahal saya sudah minum entrost*p, n*rit, sampai oral*t buatan sendiri. Moral of the story: jangan tamak. Kalau sudah sadar bahwa makanan yang dimakan tidak bagus, hentikan aktivitas mengunyah dan muntahkan (kalau bisa).

Nah, ketika sedang terkapar lemas kemarin sore, hubby dengan sungguh baik pulang cepat dari kantor sambil membawa sebuah paket bungkusan: House Curry rasa apel dan madu kiriman si chocolover! Yaay! Terima kasih Ichachuu. Saya memang sedang kangen makan kari Jepang, dan sahabat saya ini bela-belain mengirimkannya. I’m so happy and touched. Coba kalau kemarin saya sedang tidak xxx, malam itu saya pasti langsung masak kari!

Lalu lalu, seharian di tempat tidur, saya akhirnya membaca manga Miso-Com karya Yonezawa Rika. Sebenarnya, dulu sempat sih, baca beberapa volume awal, tapi minggu lalu saya borong sampai vol 9 hehe. And I love it! Saya baru tahu di Jepang ada pekerjaan konsultan restoran. Emi Noro, tokoh utama komik ini memiliki klien-klien restoran yang ingin meningkatkan servis mereka ke pelanggan. Mereka lalu menyewa jasa Emi untuk mengecek kualitas restoran mereka, mulai dari cara menyambut tamu, jenis piring dan taplak meja, dan (pastinya) rasa dari setiap makanan, dari appetizer sampai dessert. Aaah, what a dream job! I learned many things from this manga. Coba kalau bakery itu punya Emi Noro, saya pasti sudah mengadu, haha.

Akhir cerita, menjelang tidur semalam, saya berkenalan dengan sosok Heston Blumenthal lewat acara Masterchef Australia 2. This chef is a freaking genious! Melihat karya-karyanya seperti daging yang dibentuk seperti buah jeruk mandarin dan anggur, atau kue cokelat yang disajikan dengan lilin yang terbuat dari cokelat putih, membuat saya lupa dengan perut yang masih nyeri. Just wow. Someday I wish me and hubby can sit in The Fat Duck and enjoy his creation. Amen!

Catatan: Gambar tagliatelle with tomato sauce yang yummy itu diambil dari situs ini

About amikoji

Full time pleaser. Pleased to meet you! View all posts by amikoji

2 Responses to “Me & Food Stories”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: